Bernadetaitarini’s Blog

November 17, 2008

metopen…..

Filed under: Uncategorized — bernadetaitarini @ 10:49 am

sekarang neh nulis tentang metode sample……

agak-agak g ngerti seh maksudnya gmn coz mgg kmrn tu g masuk gitu,tapi nyoba lah…..tp klo msl ada miss understanding…..maap…maap….

pertama kita harus ngerti dunk sample itu apa….klo ngomongin sample inget statistik iya g seh???????????

flashback dikit lah soal peluang dan temen2nya….

Ruang sampel adalah himpunan dari semua hasil yang mungkin pada suatu percobaan/kejadian.
Ruang sampel suatu percobaan dapat dinyatakan dalam bentuk diagram pohon atau tabel.

Definisi titik sampel :

Titik sampel adalah anggota-anggota dari ruang sampel atau kemungkinan-kemungkinan yang muncul.

2 Metode memilih Sample

1. Sampling With Replacement

Mengambil sample dimana obyek yang di-sample dapat diambil kembali.

Contoh: Diambil 1 koin dari kotak, diamati, dikembalikan ke dalam kotak, diambil lagi

1 koin dari kotak (bisa jadi koin yang sama) dan seterusnya hingga 10 koin

telah diamati.

2. Sampling Without Replacement

Mengambil sample dimana obyek yang di-sample tidak dapat dipilih kembali.

Contoh: Diambil 10 koin sekaligus dari kotak, lalu baru diamati semua koin tersebut.

Yang perlu diperhatikan:

· Bila populasi yang akan di-sample besarnya hampir sama lebih banyak dengan sample

size, hasil yang didapat menggunakan metode 1 lebih kuat dibandingkan metode 2.

· Bila ukuran populasi jauh lebih besar daripada sample size, kedua metode akan memilki

hasil yang tidak jauh berbeda.

· Namun, bila menggunakan metode 1, kekuatan pembuktian untuk sample size tertentu

akan tetap sama meskipun ukuran populasinya jauh lebih besar ataupun hampir sama

lebih banyak (ukuran populasi tidak berpengaruh). Ini berarti metode ini lebih mudah

untuk digunakan.

Impresisi

Bila ditemukan 50 koin Rp 25 dan 50 koin Rp 50 dari 100 Sample Size yang diambil

dari 1000 koin yang ada, apakah dapat disimpulkan bahwa tepat 500 dari 1000

koin tersebut adalah pecahan Rp 50? Tentu tidak. Namun bila kita mengatakan

bahwa sekitar 500 koin tersebut adalah pecahan Rp 50, terdapat kemungkinan

bahwa pernyataan kita benar.

- Semakin sedikit informasi untuk dinyatakan, semakin besar kemungkinan

benarnya.

- Cara terbaik untuk memperbesar informasi tersebut adalah dengan

mengumpulkan pernyataan-pernyataan terbaik sekitar hipotesis 500 dan

nyatakan bahwa salah satu dari ini kemungkinan besar benar.

- Observed frequency disini adalah 50% yang dimiliki koin Rp 50 dan Margin of

Error yang digunakan adalah 10% .


Confidence Level

- Confidence Level: Besarnya tingkat probabilitas bahwa pernyataan tersebut memang benar.

- Confidence level yang biasa digunakan adalah 0,95. Namun bisa juga nilai lain, tergantung

kebutuhan dan selera.

50%

60%

40%

Statistical Relations

Bab ini menjelaskan tentang bagaimana menentukan perkiraan yang tepat terhadap

sebuah populasi dengan berdasarkan pada 3 hal(fungsi statistik), yaitu:

1. Jumlah Sample(Sample Size)

2. Margin of Error

3. Level of Confidence

Untuk memahami ketiga fungsi di atas, kita bisa membandingkan dua buah sample,

misalnya sample 100 dan sample 50. Sample 100 akan memberikan informasi yang

lebih baik dibandingkan dengan sampel 501, karena memiliki ukuran yang lebih

besar. Sehingga sample 100 akan memiliki margin of error lebih kecil, meskipun

dengan nilai level of confidence yang sama. Jika level of confidence dari kedua

sample di atas adalah 0.95. Maka margin of error dari sample 100 adalah 10% dan

margin of error sample 50 adalah 14%.

60%

50%

40%

Jumlah Sample : 100 50

Level of Confidence : 0.95 0.95

Secara matematis, hubungan dari ketiga fungsi di atas dapat dituliskan sebagai

berikut:

1. Jumlah sample yang besar akan memberikan informasi yang lebih baik sehingga kita dapat

memprediksi frekuensi di sample dengan lebih tepat.

64%

50%

36%

etika tehnik

Filed under: Uncategorized — bernadetaitarini @ 10:34 am

menanggapi apa yang telah di tulis di kuliahbersama.com…….

klo kita diminta untuk merancang sebuah alat untuk menghitung suara pada badan legislatif…..maka kira-kira gambarannya adalah sebuah alat yang dapat menghitung berapa banyak suara yang adaapabila akan ada pengambilan suara, tetapi kita juga harus mempertimbangkan kerahasiaan karena pemungutan suara itu sifatnya bebas dan rahasia….

paling tidak kita kita memilih satu persatu orang unutk maju kemudian menentukan suara atau memberi setiap orang alat yang tinggal memencet tombolnya jika akan menentukan pilihannya….

yahh seperti yang ada di indosiar waktu acara mamamia,supertwin atau apa lah…..yang menggunakan alat voter untuk mengambil suara tanpa harus diketahui identitas si pemilih..

contohnya jika si A memilih joko, mka si b tidak akan tahu karena si B tidak melihak bahwa si A menekan tombol joko….begitu sebaliknya….

akan lebih mudah dan menghemat waktu tentu nya dari pada harus dengan satu persatu orang maju kemudian masuk k kotak suara dan mencoblos….lagi pula kemungkinan akan lebih akurat dari pada harus menghitung berapa kertas yang di coblos untuk si joko ataupun rivalnya…

dan kemungkinan manipulasi akan sangat kecil karena penghitungan dengan komputer dan hasilnya langsung akan ditampilkan….

kira-kira seperti itu jika saya diminta merancang alat untuk penghitung suara,kerahasiaan nya terjaga dan sangat efektif serta efisian.

terima kasih semoga bermanfaat…..

November 3, 2008

metodologi penelitian tehnik industri

Filed under: Uncategorized — bernadetaitarini @ 3:09 pm

all about kuesioner….

Kuisioner adalah suatu cara singkat untukmengumpulkan sejumlah data acakmengenai bagaimana cara menilai sistem yang ada, mengenai masalah yang mereka alami dalam pekerjaan mereka….

Cara merancang kuisioner yang baik:

  • pertanyaan yang diberikan sebaiknya lebih dari tiga
  • pertanyaan yang diberikan sebaiknya yang berhubungan dengan persoalan yang ingin diidentifikasi
  • pertanyaan yang diberikan sebaiknya dibuat runtun dan sistematis

Meskipun bila menggunakan kuesioner dapat mengumpulkan masalah dengan cepat, namun untuk mendapatkan hasil yang sesuai harus direncanakan secara ekstensif.

Kondisi digunakan kuesioner:

  • Responden banyak
  • Materi yang sama ditanyakan pada responden
  • memudahkan untuk penelitian terhadap respond dari responden
  • objek tidak praktis apabila menggunakan metode lain contohnya wawancara.



don’t forget it………………..

Untuk memperkenalkan diri pada awal kuisioner, karena tak sayang jika tak kenal… oleh karena itu memang sangat baik jika menjelaskan nama pemberian orang tua anda dan status anda di dunia perkuliahan anda agar responden tidak galau bin penasaran dan siapa tahu ada yang tertarik dengan anda ?

2 karakter kuisioner:

  1. sebagai formulir; tipe variabel non laten: variabel-variabel yang langsung bisa diidentifikasi. Contoh: nama, jenis kelamin, usia, tinggi badan, tanggal lahir dan lain-lain.
  2. sebagai instrumen; tipe variabel laten: variabel-variabel yang murni untuk mengidentifikasi permasalahan kita.

Kuisioner dianggap valid jika pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan mampu mengukur sesuatu yang ingin diukur.

Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang jawabannya (responden) dapat memberikan opini secara langsung, seperti pada saat mengerjakan soal ujian esai.

Pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang jawabannya sudah disediakan dengan menggunakan skala prioritas (sering dijumpai berbentuk angka).

Metode

  • Open Ended Questions

Pertanyaan yang diajukan diberikan tempat untuk dijawab responden secara

bebas tetapi singkat

Contoh :

Bagaimana cara saudara meningkatkan teknik belajar diperguruan tinggi

agar berhasil ?

  • /span> Fill in the Blank Questions

Pertanyaan yang ditujukan pada fakta yang spesifik , terbatas/tertentu

berdasarkan fakta tetapi responden bebasmenjawab.

Contoh :

Siapa atasan langsung saudara ?

Siapa dosen idola saudara ?

  • Multiple choice

Responden dapat memilih pilihan yang spesifik, Pilihan sebaiknya

terbatas

Contoh:

Berapa jam rata-rata saudara belajar

A. tidak pernah

B. kurang dari 1 jam

C. 1 sampai dengan 2 jam

D. lebih dari 2 jam

  • Rating scales

Responden memilih pada skala jawaban yg tersedia

Contoh :

Apakah saudara terkesan dengan cara dosen analis ?

  • Ranking scales

Responden diminta menomori item bergantung dari tingkat

kepentingannya.

Contoh

Aspek manakah yg paling penting yang berkaitan dengan kepuasan

kerja ?

*.gaji

*.kerjasama team

Kelebihan kuisioner

  • Ekonomis untuk responden yang besar
  • Mudah diimplementasikan, diadministrasikan & dinilai
  • Mudah dianalisa

Kekurangan kuisioner

  • Kuisioner yang efektif biasanya sulit dibuat
  • Perlu uji coba sebelum kuisionenr disebar secara luas
  • Hanya untuk informasi yang spesifik, terbatas & terjawab langsung oleh responden

Petunjuk Pemilihan Kata

  • Gunakan bahasa yang dipakai oleh responden
  • Jangan gunakan kata-kata yang tidak jelas dalam pilihan

kata-kata

  • Jangan memihak responden
  • Hindari bias dalam pilihan kata-kata
  • Berikan pertanyaan pada responden yang tepat.
  • Pastikan bahwa pertanyaan tersebut secara teknis

cukup akurat

  • Gunakan PL untuk memeriksa apakah level bacaannya

sudah tepat bagi responden

Skala dalam kuisioner

  • Penskalaan adalah proses menetapkan

nomor-nomor atau simbol-simbol terhadap

suatu atribut atau karakteristik yang

bertujuan untuk mengukur atribut atau

karakteristik tersebut

Alasan Penggunaan penskalaan

  • Mengukur sikap atau karakteristik orangorang

yang menjawab kuisioner

  • Agar responden memilih subjek kuisioner

Catatan :

Fungsinya adalah mengklasifikasikan hasil

respon untuk direfleksikan

Pengukuran

Ada 4 bentuk skala pengukuran :

  • Nominal
  • Ordinal
  • Interval
  • Rasio

Skala Nominal

Digunakan untuk mengklasifikasikan

Sesuatu, Merupakan bentuk pengukuran paling

lemah, biasanya semua penganalisis bisa

menggunakannya untuk memperoleh

jumlah total untuk setiap klasifikasi

Contoh Nominal :

Apa jenis PL yang sering anda pakai ?

1 = Pengolah Kata

2 = Spreadsheet

3 = Basisdata

4 = Program Email

Skala Ordinal

· Memungkinkan dilakukannya klasifikasi

· Menggunakan susunan posisi

· Pengguna akhir diminta untuk melingkari

pilihannya

· Skala ordinal sangat berguna karena satu

kelas bernilai lebih besar atau lebih kecil

dari kelas lainnya

Contoh Ordinal

Staf pendukung dari kelompok pendukung

teknis bersifat :

1.Benar-benar sangat membantu

2.Sangat membantu

3.Cukup membantu

4.Tidak membantu

5.Tidak membantu sama sekali

Skala Interval

· Memiliki karakteristik dimana interval

diantara masing-masing nomor adalah

sama.

· Contoh adalah skala fahrenheit dan

celsius yang digunakan untuk mengukur

suhu

Skala Rasio

· Interval-interval diantara nomor

diasumsikan sama

· Memiliki nilai absolut nol

Contoh :

Berapa lama kira-kira dalam satu jam anda

menghabiskan waktu untuk mengakses

internet setiap hari?

0 2 4 6 8

Petunjuk penggunaan skala :

1. Skala rasio bila intervalnya sama dan ada nol

absolut

2. Skala interval bila diasumsikan bahwa intervalintervalnya

sama tetapi tidak ada nol absolut

3. Skala ordinal bila tidak mungkin

mengasumsikan interval-intervalnya sama tetapi

bila kelas-kelasnya bisa diurutkan

4. Skala nominal bila penganalisis sistem ingin

mengklasifikasikan sesuatu namun tidak bisa

dibuat urut-urutannya.

Merancang Kuisioner

· Ada beberapa prinsip dasar untuk

merancang formulir untuk input data

sehingga memberi gambaran yang baik

untuk responden :

*.Format Kuisioner

*.Urutan Pertanyaan

Format Kuisioner

Memberi ruang kosong secukupnya

Memberi ruang yang cukup untuk respons

a. Meminta respon menandai jawabannya

dengan lebih jelas

b. Menggunakan tujuan-tujuan untuk

membantu menentukan format

c. 􀂄Konsistensi dengan gaya

Urutan Pertanyaan

v Pertanyaan-pertanyaan mengenai pentingnya bagi responden untuk terus, pertanyaan harus berkaitan dengan subjek yang dianggap responden penting

v Item-item dari isi yang sama

v Menggunakan tendensi asosiasi responden

v Kemukakan item yang tidak terlalu controversial terlebih dahulu

Menyusun Pertanyaan-pertanyaan

Memanggil semua responden bersama-sama dalam waktu yang sama

Ø Kelebihan : Tidak terlalu lama dan akan lebih mampu mengontrol situasi pengumpulan data dengan jaminan setiap orang menerima instruksi yang sama dan 100 % form akan kembali

Ø Kekurangan : Tidak semua orang didalam sample memiliki waktu luang pada waktu yang dijadwalkandan kemungkinan timbul sedikit kejengkelan karena mereka harus memfokuskan diri pada kuisioner sementara pekerjaan lain sudah menunggu.


demikian apa yang ingin saya tulis tentang kuesioner….bila ada kekurangan mohon kritik dan sarannya…..terimakasih






October 27, 2008

etika tehnik

Filed under: Etika Tehnik — Tags: , — bernadetaitarini @ 2:43 am

etika,

kebiasaan, adat atau akhlak dan watak. Filsuf besar Aristoteles, kata Bertens, telah menggunakan kata etika ini dalam menggambarkan filsafat moral, yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan. Bertens juga mengatakan bahwa di dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, karangan Purwadarminta, etika dirumuskan sebagai ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral), sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1988), istilah etika disebut sebagai (1) ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral; (2) kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak; dan (3) nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.

3 arti penting etika:

*.sebagai nilai-nilai moral dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok untuk mengatur tingkah lakunya, atau disebut sebagai sistem nilai.

*.etika sebagai kumpulan asas atau nilai moral yang sering dikenal dengan kode etik.

*. sebagai ilmu tentang baik dan buruk, yang acap kali disebut filsafat moral.

Perbedaan konsep etika dengan konsep etiket; Etika lebih menggambarkan norma tentang perluasan itu sendiri, yaitu apakah suatu perbuatan boleh atau tidak boleh dilakukan, misal mengambil barang milik orang lain tanpa ijin tidak pernah diperbolehkan,Sementara etiket menggambarkan cara suatu perbuatan itu dilakukan oleh manusia, dan berlaku hanya dalam pergaulan atau interaksi dengan orang lain, dan cenderung berlaku dalam kalangan tertentu saja. misalnya memberi sesuatu kepada orang lain dengan tangan kiri merupakan cara yang kurang sopan menurut kebudayaan tertentu,tapi tidak dipersoalkan bagi kebudayaan lain.

Karena itu etiket lebih bersifat relatif dan cenderung mengutamakan simbol lahiriah, bila dibandingkan dengan etika yang cenderung berlaku universal dan menggambarkan sunggu-sungguh sikap batin.

Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk.Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku.

Istilah lain yang identik dengan etika, yaitu:

• Susila (Sanskerta), lebih menunjukkan kepada dasar-dasar, prinsip, aturan hidup (sila) yang lebih baik (su).

• Akhlak (Arab), berarti moral, dan etika berarti ilmu akhlak.

Filsuf Aristoteles, dalam bukunya Etika Nikomacheia, menjelaskan tentang pembahasan Etika, sebagai berikut:

• Terminius Techicus, Pengertian etika dalam hal ini adalah, etika dipelajari untuk ilmu pengetahuan yang mempelajari masalah perbuatan atau tindakan manusia.

• Manner dan Custom, Membahas etika yang berkaitan dengan tata cara dan kebiasaan (adat) yang melekat dalam kodrat manusia (In herent in human nature) yang terikat dengan pengertian “baik dan buruk” suatu tingkah laku atau perbuatan manusia.

Pengertian dan definisi Etika dari para filsuf atau ahli berbeda dalam pokok perhatiannya; antara lain:

1. Merupakan prinsip-prinsip moral yang termasuk ilmu tentang kebaikan dan sifat dari hak (The principles of morality, including the science of good and the nature of the right)

2. Pedoman perilaku, yang diakui berkaitan dengan memperhatikan bagian utama dari kegiatan manusia. (The rules of conduct, recognize in respect to a particular class of human actions)

3. Ilmu watak manusia yang ideal, dan prinsip-prinsip moral sebagai individual. (The science of human character in its ideal state, and moral principles as of an individual)

4. Merupakan ilmu mengenai suatu kewajiban (The science of duty)

Macam-macam Etika

Dalam membahas Etika sebagai ilmu yang menyelidiki tentang tanggapan kesusilaan atau etis, yaitu sama halnya dengan berbicara moral (mores). Manusia disebut etis, ialah manusia secara utuh dan menyeluruh mampu memenuhi hajat hidupnya dalam rangka asas keseimbangan antara kepentingan pribadi dengan pihak yang lainnya, antara rohani dengan jasmaninya, dan antara sebagai makhluk berdiri sendiri dengan penciptanya. Termasuk di dalamnya membahas nilai-nilai atau norma-norma yang dikaitkan dengan etika, terdapat dua macam etika (Keraf: 1991: 23), sebagai berikut:



Etika Deskriptif

Etika yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan perilaku manusia, serta apa yang dikejar oleh setiap orang dalam hidupnya sebagai sesuatu yang bernilai. Artinya Etika deskriptif tersebut berbicara mengenai fakta secara apa adanya, yakni mengenai nilai dan perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya. Da-pat disimpulkan bahwa tentang kenyataan dalam penghayatan nilai atau tanpa nilai dalam suatu masyarakat yang dikaitkan dengan kondisi tertentu memungkinkan manusia dapat bertindak secara etis.

Etika Normatif

Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. Jadi Etika Normatif merupakan norma-norma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk, sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat.

Dari berbagai pembahasan definisi tentang etika tersebut di atas dapat diklasifikasikan menjadi tiga (3) jenis definisi, yaitu sebagai berikut:

• Jenis pertama, etika dipandang sebagai cabang filsafat yang khusus membicarakan tentang nilai baik dan buruk dari perilaku manusia.

• Jenis kedua, etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang membicarakan baik buruknya perilaku manusia dalam kehidupan bersama. Definisi tersebut tidak melihat kenyataan bahwa ada keragaman norma, karena adanya ketidaksamaan waktu dan tempat, akhirnya etika menjadi ilmu yang deskriptif dan lebih bersifat sosiologik.

• Jenis ketiga, etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat normatif, dan evaluatif yang hanya memberikan nilai baik buruknya terhadap perilaku manusia. Dalam hal ini tidak perlu menunjukkan adanya fakta, cukup informasi, menganjurkan dan merefleksikan. Definisi etika ini lebih bersifat informatif, direktif dan reflektif.

Norma dan Kaidah

Di dalam kehidupan sehari-hari sering dikenal dengan istilah norma-norma atau kaidah, yaitu biasanya suatu nilai yang mengatur dan memberikan pedoman atau patokan tertentu bagi setiap orang atau masyarakat untuk bersikap tindak, dan berperilaku sesuai dengan peraturan-peraturan yang telah disepakati bersama. Patokan atau pedoman tersebut sebagai norma (norm) atau kaidah yang merupakan standar yang harus ditaati atau dipatuhi (Soekanto: 1989:7).

Kehidupan masyarakat terdapat berbagai golongan dan aliran yang beraneka ragam, masing-masing mempunyai kepentingan sendiri, akan tetapi kepentingan bersama itu mengharuskan adanya ketertiban dan keamanan dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk peraturan yang disepakati bersama, yang mengatur tingkah laku dalam masyarakat, yang disebut peraturan hidup.Untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan kehidupan dengan aman, tertib dan damai tanpa gangguan tersebut, maka diperlukan suatu tata (orde=ordnung), dan tata itu diwujudkan dalam “aturan main” yang menjadi pedoman bagi segala pergaulan kehidupan sehari-hari, sehingga kepentingan masing-masing anggota masyarakat terpelihara dan terjamin. Setiap anggota masyarakat mengetahui “hak dan kewajibannya masing-masing sesuai dengan tata peraturan”, dan tata itu lazim disebut “kaedah” (bahasa Arab), dan “norma” (bahasa Latin) atau ukuran-ukuran yang menjadi pedoman, norma-norma tersebut mempunyai dua macam menurut isinya, yaitu:

1. Perintah, yang merupakan keharusan bagi seseorang untuk berbuat sesuatu oleh karena akibatnya dipandang baik.

2. Larangan, yang merupakan keharusan bagi seseorang untuk tidak berbuat sesuatu oleh karena akibatnya dipandang tidak baik.Artinya norma adalah untuk memberikan petunjuk kepada manusia bagaimana seseorang hams bertindak dalam masyarakat serta perbuatan-perbuatan mana yang harus dijalankannya, dan perbuatan-perbuatan mana yang harus dihindari (Kansil, 1989:81).

Norma-norma itu dapat dipertahankan melalui sanksi-sanksi, yaitu berupa ancaman hukuman terhadap siapa yang telah melanggarnya.

Tetapi dalam kehidupan masyarakat yang terikat oleh peraturan hidup yang disebut norma, tanpa atau dikenakan sanksi atas pelanggaran, bila seseorang melanggar suatu norma, maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan tingkat dan sifatnya suatu pelanggaran yang terjadi, misalnya sebagai berikut:

• Semestinya tahu aturan tidak akan berbicara sambil menghisap rokok di hadapan tamu atau orang yang dihormatinya, dan sanksinya hanya berupa celaan karena dianggap tidak sopan walaupun merokok itu tidak dilarang.Seseorang tamu yang hendak pulang, menurut tata krama harus diantar sampai di muka pintu rumah atau kantor, bila tidak maka sanksinya hanya berupa celaan karena dianggap sombong dan tidak menghormati tamunya.

• Mengangkat gagang telepon setelah di ujung bunyi ke tiga kalinya serta mengucapkan salam, dan jika mengangkat telepon sedang berdering dengan kasar, maka sanksinya dianggap “intrupsi” adalah menunjukkan ketidaksenangan yang tidak sopan dan tidak menghormati si penelepon atau orang yang ada disekitarnya.

• Orang yang mencuri barang milik orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya, maka sanksinya cukup berat dan bersangkutan dikenakan sanksi hukuman, baik hukuman pidana penjara maupun perdata (ganti rugi).

Kemudian norma tersebut dalam pergaulan hidup terdapat empat (4) kaedah atau norma, yaitu norma agama, kesusilaan, kesopanan dan hukum . Dalam pelaksanaannya, terbagi lagi menjadi norma-norma umum (non hukum) dan norma hukum, pemberlakuan norma-norma itu dalam aspek kehidupan dapat digolongkan ke dalam dua macam kaidah, sebagai berikut:

1. Aspek kehidupan pribadi (individual) meliputi:

• Kaidah kepercayaan untuk mencapai kesucian hidup pribadi atau kehidupan yang beriman.

• Kehidupan kesusilaan, nilai moral, dan etika yang tertuju pada kebaikan hidup pribadi demi tercapainya kesucian hati nu-rani yang berakhlak berbudi luhur (akhlakul kharimah).

2. Aspek kehidupan antar pribadi (bermasyarakat) meliputi:

• Kaidah atau norma-norma sopan-santun, tata krama dan etiketdalam pergaulan sehari-hari dalam bermasyarakat (pleasantliving together).

• Kaidah-kaidah hukum yang tertuju kepada terciptanya ketertiban, kedamaian dan keadilan dalam kehidupan bersama atau bermasyarakat yang penuh dengan kepastian atau ketenteraman (peaceful living together).Sedangkan masalah norma non hukum adalah masalah yang cukup penting dan selanjutnya akan dibahas secara lebih luas mengenai kode perilaku dan kode profesi Humas/PR, yaitu seperti nilai-nilai moral, etika, etis, etiket, tata krama dalam pergaulan sosial atau bermasyarakat, sebagai nilai aturan yang telah disepakati bersama, dihormati, wajib dipatuhi dan ditaati.

Norma moral tersebut tidak akan dipakai untuk menilai seorang dokter ketika mengobati pasiennya, atau dosen dalam menyampaikan materi kuliah terhadap para mahasiswanya, melainkan untuk menilai bagaimana sebagai profesional tersebut menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik sebagai manusia yang berbudi luhur, juiur, bermoral, penuh integritas dan bertanggung jawab.Terlepas dari mereka sebagai profesional tersebut jitu atau tidak dalam memberikan obat sebagai penyembuhnya, atau metodologi dan keterampilan dalam memberikan bahan kuliah dengan tepat. Dalam hal ini yang ditekankan adalah “sikap atau perilaku” mereka dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai profesional yang diembannya untuk saling menghargai sesama atau kehidupan manusia.

Pada akhirnya nilai moral, etika, kode perilaku dan kode etik standard profesi adalah memberikan jalan, pedoman, tolok ukur dan acuan untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang akan dilakukan dalam berbagai situasi dan kondisi tertentu dalam memberikan pelayanan profesi atau keahliannya masing-masing. Pengambilan keputusan etis atau etik, merupakan aspek kompetensi dari perilaku moral sebagai seorang profesional yang telah memperhitungkan konsekuensinya, secara matang baik-buruknya akibat yang ditimbulkan dari tindakannya itu secara obyektif, dan sekaligus memiliki tanggung jawab atau integritas yang tinggi. Kode etik profesi dibentuk dan disepakati oleh para profesional tersebut bukanlah ditujukan untuk melindungi kepentingan individual (subyektif), tetapi lebih ditekankan kepada kepentingan yang lebih luas (obyektif).

Etiket

Pengertian etiket dan etika sering dicampuradukkan, padahal kedua istilah tersebut terdapat arti yang berbeda, walaupun ada persamaannya. Istilah etika sebagaimana dijelaskan sebelumnya adalah berkaitan dengan moral (mores), sedangkan kata etiket adalah berkaitan dengan nilai sopan santun, tata krama dalam pergaulan formal. Persamaannya adalah mengenai perilaku manusia secara normatif yang etis. Artinya memberikan pedoman atau norma-norma tertentu yaitu bagaimana seharusnya seseorang itu melakukan perbuatan dan tidak melakukan sesuatu perbuatan.Istilah etiket berasal dari Etiquette (Perancis) yang berarti dari awal suatu kartu undangan yang biasanya dipergunakan semasa raja-raja di Perancis mengadakan pertemuan resmi, pesta dan resepsi untuk kalangan para elite kerajaan atau bangsawan.

Dalam pertemuan tersebut telah ditentukan atau disepakati berbagai peraturan atau tata krama yang harus dipatuhi, seperti cara berpakaian (tata busana), cara duduk, cara bersalaman, cara berbicara, dan cara bertamu dengan si kap serta perilaku yang penuh sopan santun dalam pergaulan formal atau resmi.Definisi etiket, menurut para pakar ada beberapa pengertian, yaitu merupakan kumpulan tata cara dan sikap baik dalam pergaulan antar manusia yang beradab.

Pendapat lain mengatakan bahwa etiket adalah tata aturan sopan santun yang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi norma serta panutan dalam bertingkah lake sebagai anggota masyarakat yang baik dan menyenangkan.Menurut K. Bertens, dalam buku berjudul Etika, 1994. yaitu selain ada persamaannya, dan juga ada empat perbedaan antara etika dan etiket, yaitu secara umumnya sebagai berikut:

1. Etika adalah niat, apakah perbuatan itu boleh dilakukan atau tidak sesuai pertimbangan niat baik atau buruk sebagai akibatnya. Etiket adalah menetapkan cara, untuk melakukan perbuatan benar sesuai dengan yang diharapkan.

2. Etika adalah nurani (bathiniah), bagaimana harus bersikap etis dan baik yang sesungguhnya timbul dari kesadaran dirinya. Etiket adalah formalitas (lahiriah), tampak dari sikap luarnya penuh dengan sopan santun dan kebaikan.

3. Etika bersifat absolut, artinya tidak dapat ditawar-tawar lagi, kalau perbuatan baik mendapat pujian dan yang salah harus mendapat sanksi.Etiket bersifat relatif, yaitu yang dianggap tidak sopan dalam suatu kebudayaan daerah tertentu, tetapi belum tentu di tempat daerah lainnya.

4. Etika berlakunya, tidak tergantung pada ada atau tidaknya orang lain yang hadir.Etiket hanya berlaku, jika ada orang lain yang hadir, dan jika tidak ada orang lain maka etiket itu tidak berlaku.





February 2, 2009

ergonomi makro

Filed under: Uncategorized — bernadetaitarini @ 1:24 pm

All about ergonomi makro
Sebelum membahas tentang ergonomi makro, harustau dulu tentang ergonomi…..
Ngerti donk anak TI apa itu ergonomi????????????????
Mulai dari APK 1 klo g salah ergonomi dah di singgung2, inget gak??
Diingetin lagi yah….
Ergonomi
Ergonomi yaitu ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam kaitannya dengan pekerjaan mereka. Sasaran penelitian ergonomi adalah manusia saat bekerja dalam lingkungan. Secara singakat dapat dikatakan bahwa ergonomi adalah penyesuaian tugas pekerjaan dengan kondisi tubuh manusia untuk menurunkan stress yang akan dihadapi. Upayanya antara lain berupa menyesuaikan ukuran tempat kerja dengan dimensi tubuh agar tidak melelahkan. Dan pengaturan suhu, cahaya, serta kelembaban bertujuan agar sesuai dengan kebutuhan manusia.
Ada beberapa definisi menyatakan bahwa ergonomi ditujukan untuk
“fitting the job to the worker”, sementara itu ILO antara lain menyatakan,
sebagai ilmu terapan biologi manusia dan hubungannya dengan ilmu teknik
bagi pekerja dan lingkungan kerjanya, agar mendapatkan kepuasan kerja
yang maksimal selain meningkatkan produktivitasnya”.
Ruang lingkup ergonomik sangat luas aspeknya, antara lain meliputi :
- Tehnik
- Fisik
- Pengalaman psikis
- Anatomi, utamanya yang berhubungan dengan kekuatan dan gerakan otot
dan persendian
- Anthropometri
- Sosiologi
- Fisiologi, terutama berhubungan dengan temperatur tubuh, Oxygen up
take, pols, dan aktivitas otot.
- Desain, dll

Penerapan Ergonomi di tempat kerja bertujuan agar pekerja saat
bekerja selalu dalam keadaan sehat, nyaman, selamat, produktif dan
sejahtera. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, perlu kemauan,
kemampuan dan kerjasama yang baik dari semua pihak. Pihak pemerintah
dalam hal ini Departemen Kesehatan sebagai lembaga yang bertanggungjawab
terhadap kesehatan masyarakat, membuat berbagai peraturan,
petunjuk teknis dan pedoman K3 di Tempat Kerja serta menjalin kerjasama
lintas program maupun lintas sektor terkait dalam pembinaannya

Setelah mengetahui apa itu ergonomi sekarang coba kiata membahas tentang ergonomi makro….
Ergonomi dengan ergonomi makro tentunya mempunyai kaitan yang sangat erat, kasarannya ergonomi makro adalah ergonomi yang bersifat makro…..
Maka dapat dikatakan juga Ergonomi Makro adalah pendekatan sistem sosioteknik dari tingkatan atas ke bawah yang diterapkan pada perancangan sistem kerja secara keseluruhan pada berbagai level interaksi ergonomi mikro seperti manusia-pekerjaan, manusia-mesin dan manusia-perangkat lunak. Bagi para ergonomist, ergonomi makro merupakan suatu perspektif untuk melihat sistem dalam skala yang lebih besar agar investasi dari ergonomi mikro lebih berhasil.

October 27, 2008

Hello world!

Filed under: Uncategorized — bernadetaitarini @ 2:18 am

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Theme: Banana Smoothie. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.